Senin, 07 Mei 2012

soal dan jawaban ISBD, soal ujian ISBD


(((((((((*******)))))))))

1.   Nilai manusai terletak pada kepribadiannya, karena:
Kepribadian merupakan ciri atau watak seorang individu yang konsisten mendasari perilaku individu tersebut. Kepribadian sendiri meliputi kebiasaan, sikap, dan sifat yang khas dimiliki seseorang. Kebiasaan, sikap, dan sifat itulah yang dapat diukur bagaimana baik dan buruknya, benar dan salahnya, serta pantas dan tidak pantasnya. Sedangkan ukuran mengenai baik dan buruk, benar dan salah, pantas dan tak pantas kita sebut dengan nilai. Jadi hal inilah yang menjadi alasan mengapa nilai manusia terletak pada kepribadiannya, bukan pada pangkat, kekayaan, dan lain sebagainya.
2.  Karakter masyarakat Indonesia yang merupakan manifestasi dari falsafah hidup bangsa Indonesia, antara lain:
·      Sifat dekat dengan Tuhan
·      Sifat berpegang teguh pada pribadi bangsa
·      Sifat mementingkan unsur jiwa rasa
·      Sifat mementingkan unsur immaterial
·      Sifat artistik
·      Sifat prasojo (bersahaja)
3.  Pokok-pokok moralitas yang sungguh-sungguh menurut Elizabeth Hurlock antara lain:
a.   Kelakuan yang sesuai dengan ukuran-ukuran masyarakat, yang timbul dari hati sendiri (bukan paksaan dari luar)
b.  Disertai rasa tanggung jawab atas tindakan itu
c.   Mendahulukan kepentingan umum daripada keinginan atau kepentingan pribadi
4.  Jelaskan! Bagaimana hubungan antara hukum dengan moralitas?
Hubungannya sangat erat jika ditinjau dari substansi hukum, yaitu perintah dan larangan agar manusia tidak berbuat melanggar aturan-aturan hukum baik tertulis maupun tidak tertulis. Aturan-aturan hukum ini adalah aturan yang berisi tentang penghargaan yang tinggi pada nilai-nilai etika dan moral. Sehingga secara otomatis, pelanggaran terhadap norma hukum sekaligus pelanggaran terhadap norma moral.

(((((((((*******)))))))))

1.   Manusia adalah makhluk sosial dan makhluk pribadi. Coba jelaskan tentang hal ini dan bagaimana bila dikaitkan dengan variasi kebudayaan!
Secara kodrati, manusia merupakan mahluk monodualis. Artinya selain sebagai mahluk individu, manusia berperan juga sebagai mahluk sosial. Sebagai mahluk individu, manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri atas unsur jasmani (raga) dan rohani (jiwa) yang tidak dapat dipisahkan. Jiwa dan raga inilah yang membentuk individu. Manusia juga diberi kemampuan (akal, pikiran, dan perasaan) sehingga sanggup berdiri sendiri dan bertanggung jawab atas dirinya. Disadari atau tidak, setiap manusia senantiasa akan berusaha mengembangkan kemampuan pribadinya guna memenuhi hakikat individualitasnya (dalam memenuhi berbagai kebutuhan hidup). Hal terpenting yang membedakan manusia dengan mahluk lainnya adalah bahwa manusia dilengkapi dengan akal pikiran, perasaan dan keyakinan untuk mempertinggi kualitas hidupnya. Kemudian berhakikat sosial. Kebutuhan akan orang lain dan interaksi sosial membentuk kehidupan berkelompok pada manusia. Dan dalam kehidupannya manusia membutuhkan Norma-Norma Sosial sebagai patokan dalam bertingkah laku. Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial karena karakter setiap manusia berbeda-beda. setiap manusia tidak memiliki sifat yang sama dan manusia mempunyai dorongan untuk saling berinteraksi dengan orang lain. karena dengan bantuan dari orang lain, manusia bisa saling berkomunikasi, bisa mengembangkan potensi dan kreatifitas, bertukar informasi dengan orang lain.
Jelaslah dari point: dilengkapi akal pikiran, perasaan, keyakinan mempertinggi kualitas hidup (makhluk pribadi). Dan saling berkomunikasi untuk mengembangkan potensi serta kreativitas (makhluk sosial). Terbentuklah hasil cipta, rasa, dan karsa (budaya) yang bervariasi dari pengaplikasian penuh seluruh potensi dan kemampuan yang dimiliki manusia ditopang dengan rasa tidak pernah puas yang dimiliki oleh manusia itu sendiri.
2.  Bagaimana peran lingkungan sosial terhadap kebudayaan?
Disini paling tidak ada 2 variabel, yaitu: peranan lingkungan dan kebudayaan. Yang perlu kita pahami adalah bahwa kebudayaan adalah hasil olah cipta, rasa, dan karsa. Kebudayaan merupakan produk dari proses kehidupan manusia. Seperti kita tahu bahwa manusia itu hidup dalam suatu komunitas atau lingkungan. Komunitas atau lingkungan tersebut begitu dekat dan bahkan melekat dalam kehidupan manusia. Jadi peranan lingkungan sosial bisa dibilang ruh dari kebudayaan itu sendiri. Misal: Kehidupan orang pesisir pantai, mereka hidup dalam lingkungan sosial yang rata-rata bergantung dari hasil laut, bertingkah laku menurut kebutuhan hidupnya itu, maka kebudayaan yang muncul di situ juga kebudayaan maritim, dekat dengan hal-hal yang berbau laut, serta banyak dijumpai sesuatu yang dihubungkan dengan laut (temasuk upacara-upacara di sekitar laut meminta rejeki). Jadi antara kebudayaan dengan peranan lingkungan tidak dapat dipisahkan, ibarat dua permukaan mata uang logam, keduanya akan selalu ada dalam setiap masyarakat, karena kebudayaan pada dasarnya sangat dipengaruhi lingkungan tempat tinggal manusia-manusia itu.
3.  Melalui interaksi dengan lingkungan, manusia mempertahankan dirinya untuk terus survive. Coba jelaskan tentang hal ini!
Pernyataan di atas adalah benar. Kita analisis, masalah di atas memiliki keterkaitan erat dengan suatu “bagian” dari pernyataan teori evolusi Darwin yang mengatakan: adaptasi mendukung keberlangsungan hidup. Adaptasi di sini adalah adaptasi dengan lingkungan, dimana lingkungan manusia syarat dengan adanya interaksi sosial. Terjalinnya interaksi sosial ini mendukung hakikat manusia sebagai makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Karena itu, manusia dapat survive melalui interaksi dengan lingkungannya.
4.  Coba jelaskan hubungan dan pengaruh timbal balik antara manusia, lingkungan alam dan lingkungan sosial budaya!
Manusia butuh lingkungan alam untuk memenuhi kebutuhan sandang, pangan, papan. Dan manusia butuh lingkungan sosial budaya untuk berinteraksi agar kepribadian manusia tersebut dapat berkembang, dan mendukung hakikat manusia sebagai makhluk sosial. Jadi, hubungan ketiganya erat sekali dan saling memberikan pengaruh. Saat lingkungan sosial budaya berubah seperti sekarang, dimana penuh dengan IPTEK, sehingga muncul masalah-masalah baru seperti Global Warming dan hujan asam. Maka lingkungan alam adalah aspek pertama yang menerima dampaknya, yaitu berubahnya iklim secara agresif dan punahnya beberapa tumbuhan. Perubahan iklim tersebut akan berdampak pada produktivitas tumbuhan dan hewan yang dibutuhkan untuk kelangsungan hidup manusia itu sendiri.
5.  Apa perbedaan tentang pengertian demografi dengan kependudukan?
Studi kependudukan lebih luas dari demografi. Demografi merupakan analisa statistik terhadap jumlah, distribusi jumlah, & komposisi penduduk serta komponen-komponen variasi dan komponen perubahannya. Sedangkan studi-studi kependudukan mempelajari secara sistematis perkembangan, fenomena dan masalah-masalah penduduk dalam kaitannya dengan situasi sosial di sekitarnya.
6.  Apa keterkaitan antara perubahan sosial dengan kebijakan kependudukan di Indonesia?
Keterkaitannya sangat erat, yaitu adanya perubahan sosial menyebabkan berubahnya kebijakan (Perubahan sosial yang dimaksud di sini adalah perubahan sosial dalam aspek kependudukan). Karena yang menjadi sasaran dari program kebijakan adalah penduduk atau masyarakat yang keadaan sosialnya senantiasa selalu berubah dengan perubahan yang terus-menerus dan luas. Maka kebijakan yang akan diberlakukan, wajib merefleksi keadaan sosial yang terjadi saat itu. Karena jika tidak maka akan menambah masalah, terjadi ketidaksesuaian program dengan tujuan. Contoh pengaruh perubahan sosial yang berhubungan dengan kependudukan yaitu kepadatan penduduk. jumlah penduduk Indonesia semakin memburuk dilihat dari tidak diimbanginya dengan jumlah produksi pangan (berimplikasi pada masalah gizi atau kesehatan), keterbatasan lapangan kerja dan lemahnya SDM (berimplikasi pada meningkatnya pengangguran, kemiskinan dan rendahnya pendidikan karena keterbatasan ekonomi) dll. Maka kebijakan yang diambil misalnya diberlakukannya program KB, pemberlakuan program bidikmisi bagi mahasiswa dengan keterbatasan ekonomi, bantuan askes bagi masyarakat miskin, bahkan bisa juga program transmigrasi untuk pemerataan penduduk dengan pemberian lahan kerja.
7.  Apa yang saudara ketahui tentang analisis dampak lingkungan dan bagaimana penerapannya di Indonesia?
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) adalah kajian mengenai dampak besar dan pentingnya suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan di Indonesia. AMDAL ini dibuat saat perencanaan suatu proyek yang diperkirakan akan memberikan pengaruh terhadap lingkungan hidup di sekitarnya. Yang dimaksud lingkungan hidup di sini adalah aspek Abiotik, Biotik, dan Kultural. Praktik AMDAL di Indonesia saat ini masih jauh dari yang diharapkan, paling tidak ada empat kelemahan aplikasi AMDAL di Indonesia, yaitu :
Pertama, masih tidak dilibatkannya masyarakat dalam penyusunan dan persetujuan AMDAL. Masyarakat seharusnya mengetahui dampak positif dan negatif dari suatu proyek yang akan dilaksanakan, karena AMDAL bersifat terbuka dan partisipatif. Hal ini sesuai dengan PP No. 27 Tahun 1999, peran masyarakat dalam menyusun dan persetujuan AMDAL sangat besar sekali sehingga diharapkan adanya transparansi berdasarkan hubungan timbal balik antara pemrakarsa dan masyarakat. Peraturan tersebut memberikan ruang kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam mengidentifikasi kebutuhan dan kepentingan.
Kedua, AMDAL masih bersifat formalitas dan persyaratan administratif, sehingga sebuah proyek dapat dibangun tanpa adanya AMDAL. Padahan AMDAL adalah kajian ilmiah yang berdampak besar dan penting pada lingkungan hidup yang ditimbulkan oleh kegiatan manusia.
Ketiga, Kualitas AMDAL masih sangat buruk. Penyusunan AMDAL masih memprioritaskan kepentingan investor daripada dampak pada lingkungan. Data Bidang Tata Lingkungan, Kantor Menteri Lingkungan Hidup tahun 2006 menyebutkan lebih dari 75 persen dokumen AMDAL yang dinilai oleh Komisi Penilai AMDAL di Kabupaten atau Kota berkualitas buruk hingga sangat buruk. Salah satu penyebab buruknya kualitas AMDAL karena banyak penyusunan studi AMDAL yang tidak dilakukan oleh orang yang benar-benar ahli di bidangnya. AMDAL akan memberikan informasi yang relevan bagi pemerintah sebagai pengambil keputusan dalam pemberian izin usaha yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan, sehingga dalam izin tersebut perlu diatur persyaratan yang harus dipenuhi oleh pemrakarsa usaha untuk mencegah dampak kerusakan lingkungan yang akan ditimbulkan.
Keempat, Kelemahan pengawasan implementasi dokumen AMDAL. Dalam hal ini adalah rendahnya penjabaran mengenai Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana Pengawasan Lingkungan (RPL).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar